ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

(Source: Cleveland.com)

Dalam dunia olahraga, baik itu basket, sepak bola, bulu tangkis, atau bahkan catur kita kerap melihat para atlet melakukan seleberasi. Untuk di basket sendiri selebrasi biasa dilakukan ketika pemain berhasil mencetak poin. Atau bahkan ketika si atlet berhasil melakukan block dari lawannya.

Jika dilihat hal itu seperti lumrah dilakukan. Karena bisa bikin pemain jadi tambah percaya diri. Apalagi, terkadang bentuk dari selebrasi si pemain unik-unik. Jadi penghibur tersendiri bagi penonton.

Misalnya seperti selebrasi yang dilakukan deretan pemain NBA. Ada selebrasi terkenal The Silencer dari LeBron James atau selebrasi mimik geram dari legenda basket mendiang Kobe Bryant. Semua kelihatan berkarakter.

Baca Juga: Abas Timeout: Deretan Selebrasi Pemain NBA, Kamu Pilih yang Mana Nih?

Nah, dibalik selebrasi itu, ternyata meluapkan keberhasilan itu juga berarti loh. Salah seorang ahli sport science Tjerk Moll dari Universitas Exeter, Inggirs membuat jurnal soal selebrasi ini. Dia dan koleganya mempelajari selebrasi yang dilakukan oleh para pemain sepakbola di Inggris.

“Kami memeriksa hubungan antara perayaan setelah tendangan penalti sepak bola yang sukses dari hasil adu penalti,” tulisnya dalam jurnal. Peneliti mengamati perilaku pemain dari kompetisi Piala Dunia dan kejuaraan Eropa.

“Dinilai berdasarkan adanya perilaku yang berbeda dan dapat dikenali secara universal yang terkait dengan emosi positif,” terangnya. Selebrasi dari keberhasilan seorang pemain juga memiliki pengaruh terhadap mental lawan.

“Temuan itu ditafsirkan dalam hal penularan emosional, yaitu pemindahan emosi dari individu ke rekan tim dan lawan serta bisa meningkatkan kinerja tim,” tulisnya. “Kemungkinan besar tendangan berikutnya yang dilakukan oleh lawan gagal setelah pemain menunjukkan perilaku ini (re: selebrasi) setelah mencetak gol daripada saat dia tidak melakukannya,” lanjutnya.

Sebuah analisis dari Amy Cuddy, seorang ahli dari Unversitas Harvard dan Joseph Simmons dari Universitas Pennsylvania juga menyebutkan bahwa power posing dapat membantu orang pulih dari suasana hati yang negatif menjadi positif. Sebuah penelitian lainnya, menemukan bahwa jenis perayaan ini dapat menyebabkan lonjakan testosteron dan pengurangan kortisol, ‘hormon stres'.

LeBron James sendiri menganggap selebrasi adalah hal tegas yang memperlihatkan kepribadian dirinya. Ketukan dua kali dengan tangan kanan di atas dada. Semuanya bersatu dalam menciptakan "The Silencer”. Dengan tujuan untuk menenangkan kerumuan yang rusuh.

 “Sangat bagus ketika olahraga lain menghormati apa yang Anda lakukan dan mengetahui makna di baliknya. Saya selalu rendah hati, saya dapat melihat atlet lain meniru beberapa hal yang saya lakukan,” terang LeBron dikutip situs World Wide West.

So, sebenarnya selebrasi itu juga cukup penting dirayakan loh. Selain sebagai bentuk ekspresif dari pemain, melakukan selebrasi juga bisa membangkitkan semangat tim. Tapi, ingat jangan berlebihan juga apalagi sampai bikin ‘onar’ di lapangan. Nah, biar bisa kembali selebrasi di lapangan, buruan vaksin deh, biar kita semua bisa siap tanding lagi. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)