ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tim putri Smandu memastikan gelar Honda DBL 2021 Aceh Series usai menang atas Smantiga di partai final siang tadi

Emosi bahagia para penggawa tim putri SMAN 2 Banda Aceh tak tertahankan ketika buzzer berbunyi panjang usai memupuskan harapan para pemain SMAN 3 Banda Aceh (Smantiga) di partai final Honda DBL 2021 Aceh Series dengan skor 42-12, siang tadi. Kemenangan itu mengantarkan srikandi Smandu menyandang gelar sebagai ratu seri Aceh untuk musim ini.

Sejak awal kuarter anak-anak Smandu sendiri memang sudah tancap gas demi trofi Honda DBL seri Aceh ini. Mereka begitu menguasai jalannya pertandingan. Kepercayaan diri mereka begitu terlihat ketika menghadapi penggawa Smantiga. Sepanjang laga mereka pun selalu memimpin jalannya pertandingan.

Terlebih dua penggawa Smandu yang kerap mengoyak ring lawannya. Adalah Devin Indira dan Devi Putri yang jadi daya gedor utama Smandu siang tadi. Kedua pemain ini total menyumbang 30 poin bagi timnya. Perolehan poin sendiri dipimpin oleh Devin, yang kemarin menceploskan 16 poin. Bukan hanya itu, guard berusia 16 tahun itu juga mendulang 6 rebound dan 9 steal selama bermain 28 menit 23 detik di lapangan.

Sementara, forward Smandu lainnya, Devi sukses membukukan double-double, dengan perolehan 14 poin dan 12 rebound ketika berlaga 32 menit 2 detik. Tanpa ampun, anak-anak Smandu ini bisa mencetak dua digit angka sepanjang laga. Itu memaksa Smantiga tidak bisa mencetak angka lebih dari 7 poin selama empat kuarter.

Kemenangan itu juga terasa lengkap. Bukan hanya secara tim, tapi dua perwakilan dari Smandu turut masuk dalam First Team Honda DBL 2021 Aceh Series. Adalah Devin Indira dan juga head coach Smandu, Zulfahmi Rizal. Poin plus juga patut diberikan pada Devin, yang berhasil merebut titel Most Valuable Player (MVP) untuk tahun ini.

Hasil positif itu sangat disyukuri oleh Devin. “Alhamdulillah, Alhamdulillah banget kami bisa juara, ini berkat kerjasama tim kami bisa juara Honda DBL,” ucapnya usai laga. Pun demikian dengan coach Zulfahmi. Pelatih berusia 25 tahun itu juga memuji kerja keras anak didiknya yang ngotot sepanjang laga. Meskipun ada beberapa pemain Smandu yang cedera ketika di lapangan.

“Saya sempat cari cara bagaimana bisa optimal di lapangan, tapi mereka konsisten menunjukkan kegigihannya,” terang coach Zulfahmi. Namun, dibalik gelar juara ini, coach Zulfahmi juga mengingatkan, agar tidak tinggi hati menanggapi titel juara ini. “Tentu ini akan jadi pelajaran berharga agar musim depan kami bisa pertahankan gelar ini,” pungkasnya. (*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS