DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

DBL Australia Tour 2011
Fantastic Selection
Administrator - 07 October 2011
Pemain DBL Indonesia Selection 2011 Rico Pratama (tengah) dari SMA Karang Turi Semarang melakukan dunk tanpa bisa dihentikan dua pemain Katanning U-16 di lapangan basket Katanning Leisure Center, Katanning, Australia.

Development Basketball League (DBL) Indonesia Selection Team 2011 Australia Tour menghadirkan pengalaman luar biasa bagi para peserta. Yakni, 20 student athlete terbaik (10 putra dan 10 putri) dan empat pelatih hasil kompetisi Honda DBL 2011 di 23 kota se-Indonesia. Mereka bisa memaksimalkan kesempatan belajar, berlatih, dan bertanding di Australia Barat.

Selama sepekan, 7-13 Oktober 2011, DBL Indonesia Selection menghadapi jadwal yang padat di Benua Kanguru. Mereka mengunjungi Perth, Bunbury, Albany, dan Katanning. Namun rentetan agenda di empat kota tersebut tak menyurutkan semangat tim DBL Indonesia Selection melakoni hal-hal baru.

Sebelum bertolak ke Australia, tim DBL Indonesia Selection berkumpul di Denpasar, Bali pada 6 Oktober 2011. Mereka sempat melakukan makan malam bersama Commissioner DBL Azrul Ananda di Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur Denpasar.

Dalam acara yang berlangsung penuh keakraban itu, Azrul memberikan support moral kepada para pemain. ”Jangan mikir kalah atau menang di Australia. Yang penting dapat inspirasi dari kesempatan berharga ini. Belajar banyak hal, lalu pulang ke Indonesia dengan membawa banyak ilmu, jauh lebih berharga dari pada yang lainnya,” kata Azrul. 

Termotivasi pesan tersebut, tim DBL Indonesia Selection tampil tak kenal lelah di hari pertama di Benua Kanguru pada 7 Oktober 2011. Setelah terbang dari Denpasar menuju Perth selama empat jam, perjalanan harus diteruskan lewat jalan darat selama tiga jam memakai bus. Sore harinya, tim DBL Indonesia Selection langsung menggelar scrimmage game melawan Southwest Slammers U-16 di Eaton Recreation Centre.

Dalam game itu, tim putra DBL Indonesia Selection memang harus mengakui keunggulan Southwest Slammers U-16 dengan skor 20-26. Sedangkan tim putrinya takluk 25-40. Tapi, tim DBL Indonesia Selection mendapat pujian dari pelatih putra Southwest Slammers U-16 Peter Rohrlach. ”Defense tim Indonesia rapat. Kami sempat frustrasi menghadapi kondisi itu,” ucapnya.

Tim DBL Indonesia Selection seperti mendapat motivasi khusus dengan komentar Rohrlach. Mereka banyak berbenah. Terbukti, tim DBL Indonesia Selection mampu menang dari Southwest Slammers U-16 dengan skor 51-46 di game kedua keesokan harinya. Kali ini lokasi pertandingan berpindah ke Geographe Bay Leisure Centre Bunbury. Namun, sukses itu tak ikuti tim putri. Stephanie Yolanda dkk tunduk 44-53.

Dari Bunbury, DBL Indonesia Selection melanjutkan perjalanan ke Albany, Katanning, dan Perth. Di kota-kota tersebut tim putra dan putri DBL Indonesia juga bertanding melawan Albany Riders U-16 (9/10), Katanning U-16 (11/10), serta Perry Lakes Hawks U-16 (12/10).

Tim putra mencatatkan hasil positif melawan Albany Riders U-16, menang dengan skor 43-41, dan Katanning U-16, menang dengan skor 112- 46. Sayang ketika berhadapan dengan Perry Lakes Hawks, Michael Stanley dkk dipaksa mengakui keunggulan lawan, 53-59.

Sedang tim putri juga berjuang mati-matian. Ketika bertemu Albany Riders U-16, Stephanie Yolanda dkk kalah tipis 38-41. Lantas di dua laga terakhir tim putri DBL Indonesia Selection berhasil bangkit. Mereka menang melawan Katanning U-16, 62-61, dan Perry Lakes Hawks U-16 dengan skor 44-38.

Di sisi lain, DBL Indonesia Selection berkesempatan menimba ilmu langsung dari legenda basket Australia, Andrew Vlahov ketika berada di Albany (10/10). Dalam sesi latihan selama satu jam di Albany Recreation and Aquatic Centre itu, Vlahov mengasah fundamental defense DBL Indonesia Selection.

Meski berlangsung singkat, latihan tersebut memberikan masukan positif kepada para student athlete yang datang dari 23 kota se-Indonesia itu.

”Badan saya rasanya bergoyang setelah latihan dengan Vlahov. Kalau latihan ditambah satu jam lagi, mungkin saya muntah-muntah,” tutur Angga Aprilliansyah, salah seorang pemain DBL Indonesia Selection dari SMA PIM Aceh Utara.

Kisah manis DBL Indonesia Selection dipungkasi dengan berkunjung ke lokasi latihan juara liga basket Australia lima kali, Perth Wildcats di WA Basketball Centre pada 13 Oktober 2011. DBL Indonesia bahkan berkesempatan berfoto bersama tim peserta National Basketball League (NBL) Australia itu.

”Pengalaman selama di Australia ini sungguh luar biasa. Kami bisa membuktikan kalau basket Indonesia punya harapan di masa depannya. Banyak ilmu baru yang siap ditularkan sepulang dari Australia ini. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada Mas Azrul (Azrul Ananda, Commissioner DBL, red.) dan DBL Indonesia untuk kesempatan istimewa ini,” ujar head coach tim putri DBL Indonesia Selection Freddy Marcos Gorey.

Tim DBL Indonesia Selection 2011 beserta para pelatih berfoto bersama Andrew Vlahov kepala World Basketball Academy yang juga legenda basket Australia di Marlston Hill, Lookout, Bunbury, Australia.

Kesan mendalam juga diperoleh Michael Stanley. Pelajar SMA Trinitas Bandung itu mendapat banyak teman baru dari berbagai penjuru Indonesia setelah mengikuti DBL Indonesia Selection. ”Saya belajar mengenal berbagai bahasa dari teman-teman DBL lainnya,” aku Stanley. Semua sepakat DBL Indonesia Selection memang memberikan banyak hal tak terlupakan dan pengalaman luar biasa.(dra)

  RELATED ARTICLES