Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 berlanjut ke hari kedua pada Sabtu, 31 Januari 2026. Jika hari pertama menjadi panggung unjuk kemampuan individu, maka hari kedua menjadi titik awal bagi para peserta untuk benar-benar diuji sebagai bagian dari sebuah tim.
Masih berlangsung di Ancol Hoops Basketball Court, Jakarta, materi latihan mulai naik level. Para student athlete tak lagi hanya dinilai dari kemampuan satu lawan satu, melainkan bagaimana mereka memahami dan menjalankan sistem permainan.
Di bawah arahan jajaran pelatih DBL Academy, hari kedua diisi dengan materi defensive concept dan offensive concept.
Peserta diajak memahami cara bertahan yang benar, sekaligus bagaimana mengeksekusi serangan.
Coach DBL Academy, Ibnu Zakaria Dwinanda, menjelaskan bahwa materi hari kedua memang dirancang sebagai lanjutan dari evaluasi individual di hari pertama.
Setelah kemampuan dasar pemain terpetakan, kini saatnya melihat apakah mereka bisa beradaptasi dalam permainan tim.
“Kalau hari pertama fokusnya masih individual skill, hari kedua ini sudah masuk ke unit. Mulai dari tiga lawan tiga, empat lawan empat, sampai lima lawan lima,” jelas Coach Nanda.
Pada fase ini, pelatih mulai melihat siapa pemain yang mampu menjalankan sistem dengan baik, memahami peran di lapangan, dan berkomunikasi efektif di lapangan.
Bukan soal siapa yang paling banyak mencetak poin, melainkan siapa yang paling cepat membaca situasi dan membuat keputusan tepat. Dari sinilah peta persaingan mulai terbentuk lebih jelas.
“Di sistem yang lebih kompleks ini akan kelihatan mana pemain yang bisa jalanin sistem dengan baik dan mana yang masih kesulitan,” lanjutnya.
Baca Juga: Tak Peduli Gagal Berulang, Janice Kembali Coba Peruntungan di Road to DBL Camp
Hari kedua juga menjadi momen krusial untuk mengamankan posisi jelang hari terakhir. Pasalnya, Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 hanya menyisakan satu hari seleksi sebelum pengumuman pemain terpilih.
Pada hari terakhir nanti, para peserta akan menjalani scrimmage game penuh. Fokus penilaian pun akan semakin spesifik.
“Besok kita full scrimmage. Yang kita lihat bukan yang cetak poin paling banyak, tapi bagaimana dia bermain sebagai tim dan mengikuti sistem yang sudah kita berikan dari hari pertama dan kedua,” tegas Coach Nanda.
Seluruh rangkaian Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 sendiri merupakan hasil kolaborasi DBL Indonesia bersama Perbasi Jakarta, dengan proses seleksi yang dipandu oleh DBL Academy untuk memastikan pembinaan berjalan terarah dan objektif.
Sebagai penutup, Coach Nanda juga menyampaikan bahwa DBL Academy akan segera hadir di Jakarta. Program ini terbuka bagi anak usia 3 hingga 18 tahun yang ingin mengembangkan kemampuan basket secara terstruktur.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 digelar di 31 kota dan 22 provinsi se-Indonesia. Setiap tahunnya, DBL Indonesia memilih student athlete terbaik dari masing-masing kota untuk diseleksi menjadi DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 juga menampilkan AZA 3X3 Competition 2025-2026 dan Azarine DBL Dance Competition 2025-2026.
Semua pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2025-2026 disiarkan live di channel YouTube DBL Play. Dua musim ini DBL didukung oleh produk kopi anak muda, Kopi Good Day. (*)
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa