Tatkala kita membaca artikel mengenai siapa saja pemain yang bakal berangkat ke kamp lewat jalur DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, maka akan tertera nama Azfa Fazila Sidik.
Dia adalah satu dari sepuluh orang yang mendapatkan kesempatan tersebut. Pemain asal SMAN 3 Cibinong itu mengakhiri masa pemungutan suara di posisi kelima dengan total 11.792 votes.
Votes-nya hanya selisih 145 dari peringkat keempat, yaitu Praisey Blessed dari SMA BPK Penabur Cirebon (11.937 votes). Lalu, selisih 157 votes saja dari peringkat ketiga yang diduduki oleh Kavindra Mahaputri asal SMA Regents School Bali (11.949 votes).
Zila -panggilan karibnya- menjadi satu-satunya perwakilan SMAN 3 Cibinong yang melaju ke DBL Camp 2026. Ia meninggalkan dua sahabatnya, yaitu Kaisa Nuridhina dan Galaila Quita yang belum beruntung melintasi garis finis di lima besar pada akhir pertempuran voting.
Hasil ini terbilang sangat spesial dan berkesan baginya. Bagaimana tidak? Zila bersama penggawa putri SMAN 3 Cibinong hanya berangkat dari ajang AZA 3X3 Competition 2025 West Java-West.
Sebagai informasi, bagi siapa yang tidak bermain di kategori 5on5, peluang mereka untuk masuk ke nominasi First Team maupun Second Team akan sirna.
Meksipun tampil sebagus apapun pada kompetisi tersebut, tetapi mereka tidak bisa ikut ambil bagian pada skuad itu. Sekali pun ia pulang dengan gelar pemain terbaik atau Most Valuable Player.
"Kami dari tim putri Smantic (julukan SMAN 3 Cibinong) sempat sedih karena tidak bisa masuk ke DBL Camp. Walaupun, kami senang karena Smantic juara lagi di lingkup 3X3," ungkap Zila. Tetapi, mereka tidak tenggelam dalam lautan nestapa begitu saja.
Baca Juga: Tak Terpilih First Team, Fahar Temukan Jalan Lain di DBL Play Road to DBL Camp
Demi mencapai tujuan mulia ini, Ia bersama kedua temannya tersebut bergerak untuk mengikuti DBL Play Road to DBL Camp 2026 sebagai langkah alternatif.
Zila mengaku mendapatkan informasi ini dari teman-temannya yang melihat kanal sosial media DBL.
"Ini adalah salah satu impian besar aku dalam langkahku menjadi pemain. Oleh karena itu, aku selalu termotivasi untuk menggapainya," sambung dara berzodiak Scorpio tersebut.
Berbagai cara dilakukannya untuk mencapai panggung DBL Camp 2026. Zila mengawalinya dari jalur promosi di semua media sosial yang dimilikinya, terutama akun Instagram pribadinya.
Cewek kelahiran 2008 itu juga mengoptimalkan seluruh koneksi teman-temannya agar dapat melakukan vote untuknya.
Tidak sampai di situ, Zila meminta kakak dan adiknya berikut kenalannya masing-masing untuk melaksanakan hal serupa, termasuk memanfaatkan media sosial mereka pula.
Bahkan, kolega dari orang tuanya juga membantunya agar bisa mendapatkan hasil pemungutan suara yang banyak.
Usahanya kini berhasil. Dirinya patut bersukacita karena berhasil mendapatkan voting terbanyak kelima dan memenuhi syarat untuk lolos ke DBL Camp 2026.
Sebuah impian yang telah didamba-dambakannya sejak lama. Perasaan senang dan lega tentu menghampirinya.
Di balik kesuksesannya dalam menembus batasan ini, Zila sedikit nostalgia dan bercerita mengenai latar belakangnya berjuang dan mencintai basket.
Menurut perkataannya, Ia sudah menggemari olahraga ini sejak kelas 5 SD. Lebih tepatnya, pada tahun 2019, ketika kakak perempuannya menjadi juara di JRBL Bogor 2019 kala membela SMPN 1 Bogor.
Baca Juga: Princess Chevy: Upaya Bertahan di Batas Aman hingga Kantongi Tiket DBL Camp
"Nama lengkap kakakku itu Alifa Nayara Sidik," ujar Zila. "Dialah yang menjadi inspirasi terbesarku hingga bisa berada di posisi sekarang ini," timpalnya.
Usut punya usut, kakaknya ini juga pernah mengikuti DBL selama tiga tahun di masa SMA. Sosoknya berada pada panji SMAN 1 Bogor.
Meskipun hanya melaksanakan empat pertandingan saja, tetapi jejaknya tetap tercatat dan mampu membuka jalan adiknya untuk berkembang lebih jauh.
Meskipun telah mengamankan satu tempat di DBL Camp 2026, jantungnya tetap berdegup kencang. Namun, di balik rasa gugup yang melanda, tersimpan rasa antusias dalam tubuhnya.
Bertemu dengan pemain-pemain terpilih yang pastinya mahir menjadi alasannya. "Dengan mengikuti kamp, aku ingin mengukur sejauh mana kemampuan basket yang aku punya," kata perempuan yang kini duduk di kelas 11 itu.
Dengan demikian, sebagai bentuk tanggung jawabnya, latihan menjadi sesuatu hal yang wajib bagi Zila.
Aksi Azfa Fazila saat mencoba menembak bola
Latihan fisik yang keras mewarnai jadwal rutinnya hampir setiap hari. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kekuatan diri selama minimal 30 menit merupakan santapan awal Zila.
Salah satu bentuk latihan fisiknya adalah angkat beban tubuh di pusat kebugaran. Setelah itu, disambung dengan latihan kecepatan dalam bergerak dan melatih kelincahan di lapangan secara konsisten yang menjadi menu utamanya.
Di saat yang sama, Zila juga melatih mental dengan menaikkan level kepercayaan dirinya. Semua itu dilakukannya agar dapat mengarungi kamp dengan maksimal.
Tidak cukup berlatih saja, Zila juga mencari informasi tambahan seputar DBL Camp melalui kanal YouTube. "Aku merasa persaingannya bakal sangat intens," ujar Zila terkait bayangannya saat kamp nanti.
Baca Juga: Cerita Ni Kadek Ratna dan Perayaan Nyepi di Lingkungan Minoritas
Sebagai peserta yang masuk dari jalur DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, target tinggi tetap tertulis dalam pikirannya untuk DBL Camp 2026.
Sebuah tujuan untuk menjadi anggota Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 dan berhak memperoleh tiket terbang ke Amerika Serikat demi mempertebal ilmunya lebih jauh.
Di luar itu, Zila mempunyai target lainnya kala kamp tersebut diadakan. "Aku ingin membuktikan bahwa aku bisa bersaing di sana!", pungkasnya tegas.
Dari perjalanan Zila, kita bisa menarik kesimpulan bahwa setiap usaha yang dilakukan tidak akan mengkhianati hasil atau minimal tidak berakhir sia-sia.
Mewujudkan mimpi menjadi sebuah kenyataan adalah sebuah kesempatan yang tidak semua orang bisa miliki. Di sisi lain, membuat bangga orang sekitar, termasuk orang tua dan teman-teman, juga merupakan teladan yang patut dicontoh dari Zila
Tetap semangat latihannya ya Zila! Semoga apa yang kamu usahakan ini dapat membuahkan hasil terbaik bagimu.
DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.
Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play.
Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.
Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama.
Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.
Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa lakukan scroll dengan double tap)