ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Miracle Gathyo Merzalino saat menjalani kompetisi angkat besi (kiri) dan saat membela SMAN 1 Gresik di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North (kanan) (Foto: dokumentasi pribadi Miracle Gathyo Merzalino)

Tim basket putra SMAN 1 Gresik (Smansa) berhasil memenuhi salah satu target mereka di Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.

Smansa Gresik kembali berhadapan dengan SMA Xin Zhong Surabaya pada Minggu, 20 September 2026. Keduanya sempat saling adu kekuatan pada musim lalu. Kala itu, Xin Zhong menang dengan skor akhir 38-26.

Skuad asuhan Damas Adietama itu akhirnya merubah narasi tersebut pada musim ini. Kini giliran mereka yang keluar sebagai pemenang setelah menjalani pertandingan intens dengan skor ketat 21-17.

Di balik kesuksesan tersebut, ada Miracle Gathyo Merzalino yang turut memberikan permainan yang produktif untuk Smansa Gresik. Ia berhasil mengumpulkan 8 poin dan 2 tripoin. Perolehan poinnya itu sekaligus menjadi yang terbanyak di antara seluruh pemain Smansa Gresik.

Baca juga: Ultras Smekda Bawa Aurora untuk Warnai Perjuangan Smekda di DBL Arena

Menariknya, basket bukanlah satu-satunya olahraga yang Miracle kuasai. Di luar lapangan, ia juga mahir dalam olahraga angkat besi!

Sejak kecil, Miracle telah menjadi anak yang aktif dalam berolahraga dan meraih prestasi. sebelum mengenal basket dan angkat besi, ia lebih dulu menjadi seorang perenang. Saat berada di jenjang playgroup (kelompok bermain), Miracle sudah mulai berenang.

“Terus habis itu karena sudah banyak prestasi di renang, akhirnya aku mau coba olahraga lain,” sebut Miracle.

Motivasi Miracle yang besar untuk mencoba hal baru itu akhirnya membawanya ke lapangan basket saat masih kelas VII SMP. “Udah mau latihan-latihan dan ekstra. Terus karena diambil untuk masuk tim, akhirnya mulai fokus basket,” ceritanya.

Perjalanan Miracle di dunia basket pun berjalan sesuai ekspektasinya. Ketika mengikuti berbagai turnamen, ia selalu berhasil memberikan performa terbaik. Bahkan, namanya juga sering terpilih sebagai MVP (Most Valuable Player).

Baca juga: Dulu Cuma "For Fun", Kini Leon Enggan Tinggalkan Basket

Pada saat yang bersamaan, ayah Miracle mendapatkan panggilan untuk berkarya di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gresik sebagai pelatih angkat besi. Di momen inilah Miracle semakin tergerak untuk menerima tantangan baru.

“Aku merasa yakin. Kalau gak dicoba kan kita gak tahu. Jadi aku tekuni aja. Latihan terus sampai bisa,” tegas Miracle.

Salah satu bentuk pelatihan yang Miracle lakukan adalah menghadiri sekolah angkat besi di Pacitan. Ia menghabiskan waktu seminggu penuh untuk mempelajari teknik-teknik yang dibutuhkan agar bisa memberikan penampilan maksimal.

Perjuangan Miracle akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia akhirnya bisa menjadi perwakilan Gresik di berbagai kompetisi, mulai dari kejuaraan provinsi hingga nasional untuk pelajar. 

Kemudian, Miracle juga merasa bahwa angkat besi sangat membantu untuk membuat permainannya di lapangan semakin meningkat dan efisien. “Berpengaruh untuk daya tahan tubuhku. Terus otot-ototnya juga kepakai untuk bumping-bumping gitu,” jelas Miracle.

Baca juga: Daffa Mahesa Akhiri Perjalanan Bersama Thirteen dengan Penuh Haru

Miracle Gathyo Merzalino

Miracle Gathyo Merzalino menembak bola untuk SMAN 1 Gresik di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North

Membagi waktu antara basket dan angkat besi pun membutuhkan usaha yang serius. Miracle harus menjalani rutinitas yang ketat agar semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“Habis pulang sekolah aku latihan basket dulu dari jam 2 sampai 4 sore. Setelah istirahat sebentar, lanjut ke gym buat latihan angkat besi, terus malamnya baru rest,” tuturnya.

Bermain di panggung DBL East Java-North sendiri sudah menjadi salah satu mimpi terbesar Miracle. “DBL itu ajang yang sangat bergengsi di tingkat SMA, jadi aku semakin termotivasi agar bisa main,” tegasnya.

Bagaimanapun, kesempatan Miracle untuk bermain di lapangan DBL Arena itu sempat tertunda. Saat masih duduk di bangku kelas X, ia mendapatkan pesan dari Coach Damas bahwa ia tidak bisa bermain pada tahun pertamanya. Itu karena Coach Damas ingin Miracle mematangkan permainannya lagi.

“Aku sempat nangis (setelah dapat pesan itu). Padahal aku udah pengin banget main di DBL,” cerita Miracle.

Hal tersebut akhirnya Miracle jadikan sebagai motivasi. Selama setahun penuh ia berkomitmen untuk berjuang lebih keras. Akhirnya, saat kelas XI, Miracle berhasil membuktikan kepada Coach Damas bahwa ia bisa dan layak untuk masuk ke dalam tim.

Baca juga: Ibu Dwi Hargiyani, Saksi Perjalanan Basket Cita Hati East

Kini, Miracle memang telah menutup kiprahnya di DBL dengan kemenangan manis. Kendati demikian, ia tidak akan pernah berhenti untuk berjuang dan belajar banyak hal.

Sejak kecil, Miracle selalu antusias untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya. Semangat itulah yang membuatnya bisa menggapai mimpi di DBL.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)

Baca juga: Astronot di Tribun Jadi Simbol Sejarah Basket Unsur di DBL East Java-North 2026

Profil pemain ini bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap)

x

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS