ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Skuad SMA Yos Sudarso mengerjakan challenge bersama di lapangan sekolahnya (source: dok pribadi)

Ada hal yang menarik pada perhelatan DBL Play Skills Competition. Meski kompetisi ini saling adu skill individu, tapi para pemain dari tim basket SMA Yos Sudarso Batam mengerjakan tantangan secara bersama.

Yaps, bertempat di lapangan sekolah, para challengers dari sekolah ini secara bersamaan menuntaskan challenge. Terutama untuk weekly challenge. Hal itu dilakukan agar para pemain SMA Yos Sudarso saling support di kompetisi ini.

"Sangat penting karena itulah yang kami tanamkan di tim sekolah. Aku pribadi juga sangat senang bisa saling membantu rekan setim untuk menyelesaikan challenge ini,” ucap Kenniro, salah seorang peserta dari SMA Yos Sudarso.

Peserta dari sekolah ini memang cukup banyak. Setidaknya tercatat pada database, ada 14 student athlete dari Yos Sudarso yang turut serta di DBL Play Skills Competition.

Banyaknya peserta dari SMA Yos Sudarso ini murni inisiatif para siswa. Selama ini pelatih mereka juga sangat mendukung. Kenniro pun tak mempermasalahkan ia harus bersaing dengan teman-temannya sendiri. "Justru hal tersebut bisa semakin memacunya kami agar mengerjakan challenge lebih baik,” tandasnya.

Kenniro mengerjakan challenge di sekitar lapangan sekolahnya (source: dok pribadi)

Sejak awal mengikuti DBL Play Skills Competition, ia dan rekan setimnya memang sudah memutuskan untuk tetap bersaing secara fair. Para penggawa Yos Sudarso bahkan terus intens dalam berlatih bersama menyambut DBL Play Skills Competition ini. "Biasanya aku latihan dari siang sampai sore, malam juga kadang ada latihan lagi," tandasnya.

Kenniro sendiri sekarang bercokol di peringkat ketiga nasional. Ia juga menempati urutan kedua Northwest Conference. Tapi, hal itu belum membuatnya tenang. Sebab banyak kontestan lain juga berjuang demi poisisi yang lebih baik. "Aku harus lebih berjuang di week selanjutnya dan tetap konsisten," ucap cowok berusia 16 tahun itu.

Senada dengan Kenniro, salah satu penggawa tim putri Yos Sudarso, Patricia Sarira juga tetap mendukung rekan setimnya. Saat ini, Patricia menempati posisi ke 7 di Northwest Conference. Persis satu peringkat di bawah rekannya Olivia Penelope.

Buat Patricia, dukungan dari teman satu sekolah justru makin memperkuat dirinya sendiri. Hal itu juga akan berdampak pada tim, yang ujungnya bisa membangkitkan nama basket Batam di kancah nasional.

“Aku sih have fun aja karena kalau ngelakuin bareng bisa jadinya semangat. Kalau ada yang down gagal ngelakuin challangenya teman-teman yang lain semangatin supaya nggak ketinggalan ngerjain challenge-nya,” pungkasnya.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)