ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

(source: dok pribadi SMAN 2 Muara Enim)

Di lemari piala SMAN 2 Muara Enim tersimpan trofi yang membanggakan. Trofi tanda mereka pernah menjuarai kompetisi basket pelajar terbesar di Indonesia, DBL. Bahkan pada musim 2016, sekolah itu dengan luar biasanya berhasil mengawinkan gelar juara.

Tahun ini, terbesit harapan untuk mengulang prestasi itu. Oleh karena itu, sembari terus memantau situasi pandemi, tim besutan Muhammad Agung Pardomuan itu kini mulai berbenah. Setelah lama hiatus dari kompetisi basket.

Coach Pardo, sapaan Agung Pardomuan pun mulai menyiapkan timnya. Ketika menyusun roster, pelatih muda berusia 22 tahun itu akan kembali menggunakan strategi yang sama saat berhasil menyandingkan gelar putra dan putri bagi SMAN 2 Muara Enim pada 2016 silam.

“Untuk roster sedikit berbeda dari musim lalu. Tahun ini seperti kita mirip musim 2016, nggak punya big man tapi kita punya pemain cepat dan shooter yang akan menjadi senjata penyerangan,” tandasnya. Tentu dengan strategi itu menjadi bukti nyata bahwa SMAN 2 Muara Enim siap kembali melakoni DBL seri Sumatera Selatan.

Jauh sebelum menginjak tahun baru, coach Pardo sebenarnya sudah mulai latihan dengan tim. Hanya saja intensitasnya tidak seperti sekarang, lebih cenderung secara daring. Meskipun saat ini juga coach Pardo masih memisahkan antara latihan tim putra dengan tim putri.

“Normalnya itu latihan setiap hari. Tapi sekarang kami melakukan tatap muka dua sampai tiga kali dalam seminggu. Saya pisahkan waktu latihan antara tim putra dan putri," terangnya. Bahkan, di penghujung tahun lalu, tepatnya pada Desember mereka juga sudah berkesempatan bermain di Bupati Cup Muara Enim.

"Saat itu kami dari pencinta basket Muara Enim membuat event seperti fun game khusus untuk yang domisili di wilayah Muara Enim. Harapannya waktu itu agar para pebasket tetap antusias. Semangat pemain tetap terjaga. Alhamdulillah di Bupati Cup itu kami dapat juara kedua,” jelasnya.

Walaupun telah menyiapkan roster, coach Pardo tetap merasakan tantangan tersendiri. Buatnya, menyiapkan tim di tengah pandemi tidak mudah. Kesulitan utamanya terletak pada kondisi fisik pemain yang menurun lantaran berkurangnya waktu latihan dan porsi latihan. Ia juga harus lebih ketat memantau kedisplinan anak asuhnya menerapkan protokol kesehatan.

"Saya mewajibkan pemain untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah latihan. Di tempat latihan kita sudah sediakan fasilitas tersebut," ucapnya.  

Sampai saat ini, timnya terus berkonsultasi dengan pihak sekolah perihal perizinan untuk kembali berlaga di DBL 2021. Apalagi timnya sudah menyiapkan jersey baru. Bahkan sampai sudah mencari penginapan di kota Palembang, venue acara. "Saya yakin pihak sekolah selalu dukung selagi hal yang dilakukan positif dan membanggakan nama sekolah," pungkasnya.(*)

  RELATED ARTICLES
Comments (0)