ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Menjadi Most Valuable Player (MVP) dalam sebuah kompetisi bukan hal yang mudah. Semua perlu pengorbanan. Kerja keras. Dan tentu kedisiplinan tinggi. Hal itu yang diperlihatkan oleh penggawa SMAN 5 Mataram, Stephannie Nandhika yang juga berhasil jadi MVP DBL 2021 West Nusa Tenggara Series. Sekarang, dara berusia 18 tahun begitu menikmati hasil yang ia tuai.

Namun, jika ditarik mundur jauh ke belakang, banyak usaha yang ia lakukan untuk bisa mencapai targetnya itu. “Aku punya target di tahun terakhir ini biar bisa champion DBL sebelum aku lulus sekalian cetak kenangan buat tim sekolah. Jadi aku harus kerja keras bawa tim aku buat menang” cetusnya.

Bukan hal mudah bagi seorang atlet, harus come back stronger setelah hiatus hampir satu tahun. Tapi, di balik tidak adanya liga DBL tahun lalu, justru membuatnya tetap menjaga asa demi bisa membukukan mimpi besarnya.

Memang, MVP sendiri nggak ada di benaknya sama sekali, ia “cuma” pengin bikin kenangan manis buat sekolah di tahun terakhirnya. Tapi, itulah hasil dari kerja kerasnya. MVP pun berhasil disabet oleh Stephannie.

“Aku siapin itu yang pertama mental. Karena mental sangat berpengaruh besar pada permainan. Terus pastinya latihan back to basic sama drill-drill basket lagi, sama pastinya fisik juga penting,” imbuh Stephannie.

Stephannie Nandhika (kiri) menjadi MVP DBL 2021 Seri NTB

Cewek yang akrab dipanggil Hannie itu punya prinsip. Kalau ingin mau mencapai sesuatu harus komitmen. Dan inilah bukti komitmen tinggi dari Hannie. Pastinya banyak pelajaran yang bisa diambil buat kita semua. “Konsisten juga, harus punya pemikiran “aku harus jadi’ gitu. Jangan mengeluh juga,” cuap Top 50 DBL Camp 2019 itu.

Selain soal kerja keras, Hannie juga sangat disiplin untuk mengatur seluruh kegiatannya. Ia merupakan pelajar kelas XII. Tentunya, ia mesti bisa menyeimbangkan antara basket juga kegiatan akademik.

Ia pun cara agar keduanya seimbang. Ini jadi bukti bahwa kedisiplinan merupakan satu hal yang harus juga dimiliki oleh student athlete. “Aku fokusin dulu satu-satu, biar terselesaikan dengan baik. Aku fokuskan ke DBL dulu. Setelah DBL kemarin, aku baru fokus belajar buat ujian,” timpal Hannie.

Hannie sendiri tampil begitu impresif. Pemain berposisi guard itu berhasil membukukan 62 poin, 12 rebound, 6 steal, dan 5 assists. Bahkan, persentase free throw Hannie mencapai 100 persen dari 3 laga yang dilakoni bersama SMAN 5 hingga berhasil menggondol trofi DBL seri NTB musim ini.

Tahun ini memang jadi karir pamungkas Hannie di DBL. Tapi, impian buat menjadi atlet basket tetap terjaga. Ia pun sudah punya rencana, ketika lulus dari SMAN 5. Buat melanjutkan studi sekaligus mengembangkan basketnya di level yang lebih tinggi. “Next-nya, aku pengin cari kuliah yang ada tim basketnya. Kalau bisa sih di luar Lombok hehehe,” tungkas pemain yang mengidolakan Abraham Damar Grahita itu. Good luck Stephannie Nandhika! (*)

Foto-foto: Dika Kawengian/DBL Indonesia

Baca Juga Kiat Sukses MVP DBL 2021:

Pernah Jadi Cadangan Mati, Buat Albert Terus Memicu Diri Sendiri

Pembuktian Rasa ‘Jenuh” Reyfael Gilbert Buat Bawa Smala Juara

Kesabaraan dan Percaya Proses Buahkan Hasil Manis Buat Marscya Arianti

  RELATED ARTICLES
Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS