ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

SAC

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Tahun 2025 jadi tahun penuh rintangan untuk sosok Hafiza Ratasyah, pemain asal SMA Kharisma Bangsa Tangerang Selatan. Tahun ini menjadi saksi bisu bagaimana keringat dan air mata pemain yang akrab disapa Hafiz ini tumpah di lapangan.

Ia begitu bekerja keras untuk menchecklist salah satu mimpinya. Yaitu terpilih menjadi salah satu bagian dari First Team Honda DBL with Kopi Good Day 2025 Banten. Ketika mimpinya itu berhasil terwujud, semua pengorbanan yang ia lakukan selama setahun penuh ini tidak sia-sia.

“Aku bersyukur banget sama Tuhan. Hasil kerja keras yang selama ini aku lakuin akhirnya terbayarkan. First Team itu mimpi aku dari kecil, bahkan sebelum aku masuk SMA,” ujarnya.

Baca juga: Natal Bagi Sherandina Mikayla, Rayakan Bareng Kakak dan Harapan untuk Eyang

Keberhasilan Hafiz tak datang dari langit dan secara tiba-tiba. Sebagai siswa di sekolah dengan sistem boarding school atau asrama, ia memiliki jadwal latihan yang jauh lebih padat dibanding remaja seusianya. 

Ketika teman-temannya yang lain mungkin masih terlelap, ia sudah berduel dengan udara dingin Tangerang Selatan. “Hampir tiap pagi habis salat Subuh aku selalu latihan sendiri,” cetusnya.

“Entah itu latihan fisik di lapangan atau shooting. Itu aku lakuin setiap hari sebelum berangkat sekolah, lalu sorenya lanjut lagi latihan bareng tim,” timpalnya. 

Kedisiplinan ini ia jalani secara konsisten sejak awal tahun ajaran. Baginya, bakat saja tidak cukup untuk menembus ketatnya persaingan di DBL Banten tahun ini. Namun, meskipun sudah latihan giat dan “gila”, tetap tidak mudah baginya untuk mewujudkan impiannya.

Baca juga: Gelar Juara dan Kumpul Keluarga Jadi Kado Natal Terbaik untuk Chandra Prasetya

Drama datang ketika timnya lolos ke Final DBL Banten. Alih-alih bertanding dengan kondisi prima di babak puncak itu, skuad KB Eagles justru diterjang badai cobaan. Tepat satu hari sebelum final, seluruh pemain terserang virus Influenza A.

Kondisi diperparah dengan absennya salah satu pemain kunci akibat cedera lutut di babak semifinal. Tim putra KB Eagles terpaksa melantai di final hanya dengan 10 pemain yang semuanya dalam kondisi sakit, termasuk Hafiz.

“Semua pemain badannya benar-benar drop karena sakit, termasuk aku. Kita bermain dengan kondisi badan tidak fit. Bahkan ada satu teman aku yang di tengah laga harus dibawa ke UGD karena sakitnya sudah parah,” kenang Hafiz.

Meski harus berjuang di tengah sesak napas dan demam, Hafiz tetap berdiri tegak memimpin rekan-rekannya. Momen inilah yang ia sebut sebagai pengalaman paling berkesan sepanjang kariernya di SMA.

Tahun 2025 juga menjadi tahun pendewasaan bagi Hafiz. Sosok yang aslinya pendiam ini tiba-tiba diberikan tanggung jawab besar oleh jajaran pelatih, yaitu menjadi kapten tim.

Baca juga: Dilema untuk Artama Putra, Antara MVP dan Gelar Juara

"Tantangannya banyak banget. Aku sebenarnya bukan tipe orang yang banyak ngomong di lapangan, aku lebih banyak diam. Tapi karena ditunjuk jadi kapten di tahun terakhir, aku belajar gimana caranya memimpin dan memanage tim," jelasnya.

Masuk dalam jajaran First Team hanyalah gerbang pembuka. Hafiz sadar betul bahwa tantangan sesungguhnya ada di depan mata. Yakni Kopi Good Day DBL Camp 2026. Ia tidak ingin sekadar berpartisipasi. Ada mimpi besar yang sudah ia pupuk sejak kecil yang ingin ia wujudkan di sana.

"Target aku sekarang pastinya tambah porsi latihan dan fokus persiapan buat DBL Camp nanti. Aku pengen banget dapet experience di sana, dan kalaupun bisa sampai berangkat ke Amerika, itu mimpi besar aku dari dulu. Aku pengen banget ngerasain main basket di Amerika," pungkasnya.

Comments (0)
PRESENTED BY
OFFICIAL PARTNERS
OFFICIAL SUPPLIERS
SUPPORTING PARTNERS
MANAGED BY