Ada perubahan yang terasa dalam peran Vincent Arzevin Mundung bersama SMKN 2 Surabaya (Smekda) musim ini. Jika tahun lalu ia masih lebih banyak menunggu kesempatan bermain, kini pemain bernomor punggung 29 itu bermain lebih banyak.
Perubahan tersebut terlihat saat Smekda menghadapi SMAN 15 Surabaya (Libels) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Kamis, 10 September 2026. Vincent bermain selama 27 menit 59 detik dan mencetak 8 poin, 1 rebound, serta 1 assist. Catatan tersebut turut membantu Smekda meraih kemenangan 22-18 atas Libels.
Kepercayaan itu terasa berbeda bagi Vincent. Musim lalu, ketika masih duduk di kelas XI, ia mengaku permainannya masih banyak bergantung pada pemain kelas XII yang menjadi bagian penting dalam tim.
"Kalau dulu itu ketergantungan sama kelas XII. Kan dulu rata-rata yang main kelas XI sekarang. Kalau sekarang kayak lebih percaya diri," ujar Vincent.
Baca juga: Hasil DBL East Java-North: Smekda Bawa Pulang Kemenangan Dramatis!
Rasa percaya diri tersebut tidak muncul begitu saja. Para pemain kelas XII yang musim lalu menjadi tempatnya belajar juga sempat mengingatkan Vincent agar tidak terus bergantung kepada mereka. Salah satu pesan yang paling ia ingat adalah untuk menikmati pertandingan dan berani menjalankan perannya sendiri di lapangan.
Bagi Vincent, kesempatan bermain lebih banyak musim ini akhirnya menjadi motivasi untuk membuktikan sesuatu. Bukan kepada orang lain, melainkan kepada dirinya sendiri bahwa ia mampu berkembang sebagai pemain basket.
"Kalau saya dapat menit play, saya jadikan motivasi aja. Bukan buat buktiin ke siapa-siapa, tapi buktiin ke diri sendiri kalau saya bisa main dan saya bisa jago di basket ini," katanya.
Perjalanan Vincent di basket sendiri bermula dari ajakan teman saat ia masih kelas VII SMP. Sebelum menekuni basket, Vincent lebih dulu bermain futsal sejak SD hingga awal SMP. Setelah mencoba basket, ia justru menemukan olahraga yang ingin ditekuni sampai sekarang.
Salah satu bagian penting dalam perjalanannya datang dari lapangan di kompleks Ikan Sepat. Di sana, Vincent yang ketika itu masih belum mahir bermain basket mendapat kesempatan untuk belajar dari Bang Aji. Ia bahkan dilatih tanpa dipungut biaya dan kerap mendapat minuman atau makanan setelah latihan.
Baca juga: Tinggalkan Catwalk, Fawwaz Kejar Mimpi Bersama Libels
Pengalaman itu ikut membawanya ke SMKN 2 Surabaya. Saat masih SMP Stella Maris, Vincent mendapat tawaran dari Pak Zain yang dikenalkan melalui Bang Aji. Sejak itu, basket perlahan menjadi bagian besar dari perjalanannya.
Kini, Vincent ingin membawa perjalanan tersebut lebih jauh. Ia punya target menjadi pemain profesional, meski ia juga menyadari masih ada banyak hal yang harus dibenahi dari dirinya, terutama kedisiplinan dalam latihan.
Saat menghadapi Libels, evaluasi itu kembali muncul. Vincent mengaku permainan Smekda sejak kuarter pertama hingga keempat tidak sepenuhnya berjalan sesuai pola yang disiapkan. Permainan pun lebih banyak mengandalkan kemampuan individu.

Vincent Arzevin Mundung (nomor punggung 29), pemain SMKN 2 Surabaya (Smekda), berusaha mencetak angka saat menghadapi SMAN 15 Surabaya (Libels) pada Round 2 Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North di DBL Arena Surabaya.
Di tengah pertandingan yang sengit, Vincent tetap berusaha agresif mencari peluang. Ia beberapa kali mengambil keputusan untuk melakukan pull-up, terutama ketika merasa sedang berada dalam momentum bagus. Namun, intensitas tersebut juga membuat tenaganya terkuras.
"Di poin satu dua saya merasa lagi poin banyak, jadi kayak merasa bisa nih ambil bola, ambil bola. Tapi di poin tiga empat sudah capek. Pikiran saya cuma dapat bola, mau dapat bola kayaknya," tuturnya.
Baca juga: Ramadhan Mahardika, Jauh dari Blitar demi Ambisinya Bersama Putra Sinlui
Puncaknya terjadi di kuarter keempat. Dengan sekitar 1 menit tersisa, Vincent harus meninggalkan lapangan setelah terkena foul out. Ia menyebut kelelahan turut membuat emosinya lebih sulit dikontrol.
Meski mencetak 8 poin, Vincent tidak melihat catatan tersebut sebagai sesuatu yang cukup untuk membuatnya puas. Baginya, kontribusi tersebut tidak berarti banyak jika pada akhirnya dirinya justru harus keluar karena foul dan membuat tim berada dalam situasi sulit.
"Poin saya 8, cuma saya juga hampir bikin tim kalah karena foul out. Jadi saya pikir percuma juga kalau poin 8 kalau buat foul out," ucapnya.
Dari pertandingan itu, Vincent sudah tahu apa yang harus diperbaiki. Stamina, kondisi fisik, dan kontrol emosi menjadi 3 hal yang ingin ia benahi sebelum pertandingan berikutnya.
Perubahan peran dari musim lalu memang sudah dirasakan Vincent. Namun, baginya, mendapat menit bermain lebih banyak bukanlah garis akhir. Justru dari kesempatan tersebut, ia ingin terus membuktikan bahwa dirinya layak dipercaya di lapangan.
"Target saya main lebih, jangan foul out lagi. Kontrol emosi juga harus lebih baik," katanya.
Baca juga: Keterbatasan Lapangan Tak Halangi Sekawan Jalani Round 2
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100% Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final. (*)
Profil Vincent Arzevin Mundung bisa kalian cek di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).
Hasil akhir pertandingan SMKN 2 Surabaya vs SMAN 15 Surabaya bisa dilihat pada halaman di bawah ini (pengguna Android bisa melakukan scroll dengan double tap).