DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Perjalanan Pemain All-Star di Honda DBL 2019
Muhammed Aofar, Playmaker dengan Skill Lengkap Punya SMA Kharisma Bangsa
Reno Surya - 20 November 2019

SURABAYA—SMA Kharisma Bangsa, menang tipis satu bola atas UPH College Tangerang di detik-detik menjelang laga berakhir. Kemenangan itu, barangkali menjadi kemenangan paling dramatis yang mereka alami. Para pemain pun bersorak-sorai merayakan bahwa keberhasilan mereka menangi laga revans. Sekaligus, kemenangan ini menandai kebangkitan mereka, yang baru berhasil menjadi juara berturut-turut setelah satu windu mengikut Honda DBL Banten Series.

Dibalik tim yang kuat, tentu saja terdapat pemain yang hebat. Salah satu pemain hebat itu adalah playmaker dari SMA Kharisma Bangsa, Muhammad Aofar Herdyan. Berposisi sebagai guard, pemain bernomor punggung 10 ini memang bukan top skorer. Namun, kecerdikannya membaca peluang dan meredam serangan lawan, membawanya tebang ke Surabaya untuk dibina dalam Honda DBL Camp 2019. 

Ia, adalah salah satu dari 23 anak beruntung lain yang berkesempatan merasakan atmosfir basket di Amerika Serikat. Selama lima hari ditempa oleh tangan-tangan profesional, Muhammad Aofar akhirnya kian yakin memilih basket sebagai jalan pedang. Sebelum terpilih menjadi All-Star, Aofar harus berjuang dalam lima laga sengit bersama tim sekolah kesayangannya SMA Kharisma Bangsa. Yuk kita ikuti rekam jejak Aofar mulai dari pertandingan pertama hingga jadi juara!

 

Melawan Demam Panggung

Pada pertandingan pertama, saat SMA Kharisma Bangsa berhadapan dengan SMAN 5 Tangerang, Muhammad Aofar belum menampakan taringnya. Sebagai seorang rookie, ia tampak gugup dan bermain kurang lepas. Hasilnya, kurang maksimal. Kendati timnya meraih kemenangan telak, 63-22, ia hanya menyumbang 2 angka. Namun, sejak laga itu, ia mulai mengenali dirinya sendiri. Di laga berikutnya, Aofar tampil trengginas.

 

Akurasi Tembakan Mematikan

Di laga kedua, SMA Kharisma kembali meraih kemenangan besar. Di pertandingan ini, bersama kompatriotnya, Atysatya Prawira, Muhammad Aofar tampil trengginas. Berhasil menyarangkan 7 angka, salah satunya adalah lewat tembakan tiga angka dari sebelah kiri lapangan. Tembakan itu, membuat tribun dan pendukungnya bersorak. Aofar pun kian mantap menatap laga berikutnya. (Baca: Menang Meyakinkan, Kharisma Bangsa Lolos Delapan Besar)

 

Kian Matang di Laga Ketiga

Seolah telah menguasai panggung, Aofar pun kian beringas di laga berikutnya. Ia memang hanya mencetak 6 angka, namun Aorfar adalah aktor dibalik taktik serangan Kharisma Bangsa. Lewat akal cerdiknya, ia berhasil membaca celah lawan dengan cepat. Memanfaatkan akselerasi speed, Aofar akhirnya bawa Kharisma Bangsa menangi laga dengan skor 40-20, yang sekaligus menghentikan langkah SMAN 1 Tangerang. (Baca: Kharisma Bangsa Isi Slot Terakhir Fantastic Four)

Inisiator Serangan Yang Cerdik

Pada fase fantastic four, SMA Kharisma Bangsa berhadapan dengan SMA BPK Penabur Gading Serpong. Aofar kembali tampil gemilang di laga ini. Dipasang selama 16 menit 21 detik, Aofar ditarik mundur kala Kharisma Bangsa telah meraih kemenangan besar. Pada waktu yang singkat itu, ia berhasil melahirkan 7 poin dan 5 assistyang kemudian digubah jadi angka oleh Atysatya, kompatriotnya. Tak hanya piawai dalam mengobrak-abrik pertahanan lawan, Aofar juga memiliki kemampuan defensif yang mengerikan. Ia total mengantongi 7 rebound di laga ini.

Semangat Juang Militan

Di partai puncak, laga revans antara SMA Kharisma Bangsa dan SMA UPH College Tanggerang diselimuti aroma balas dendam. Ini adalah kali kedua mereka berhadapan di final. Dan dalam dua laga itu, Kharisma Bangsa selalu keluar sebagai pemenangan. Pada partai puncak, Aofar tamil super gemilang. Meskipun hanya menyumbang 4 angka, kegigihannya dalam menghalau serangan lawan adalah salah satu faktor kemenangan Kharisma Bangsa. Ia dan Atysatya bahu membahu bertahan dari gempuran Uph College, dan mencuri angka lewat serangan balik. Berkat kegigihan inilah ia dinilai layak untuk diterbangkan di Surabaa dan ditempa bersama tunas muda basket Indonesia lainnya. (Selengkapnya baca: Layup Atysatya Prawira Bawa Kharisma Bangsa Pertahankan Gelar Juara) 

 

Lagi senggang? Jangan lupa mainmain ke mainmain.id ya!

- Hasil Studi ini Mengatakan Milenial Lebih Cepat Mati, Kenapa ya?

Takut Jatuh Cinta? Mungkin Kamu Mengidap Philophobia

Naik 18 Kg demi 'Vice', Christian Bale Rela Kurus Lagi untuk 'Ford v Ferrari'

Tarik Minat Turis Asing, Kerokan Jadi Program Wisata Kebugaran Khas Indonesia

Hollywood Lagi Demam K-Pop, Rebel Wilson Bikin Film 'Seoul Girls'

- Kenapa Kita Mencari Makanan Manis Kalau Sedang Sedih?

 

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)