ESG

DBL ACADEMY

JR DBL

MAINBASKET

MAINMAIN

HAPPY
WEDNESDAY

DISWAY

MAINSEPEDA

Valda Alfariby (1) ketika membela Kota Depok di ajang Porprov (source: dok pribadi)

Perhelatan DBL Play Skills Competition makin dekat. Hampir ribuan peserta turut ambil bagian dalam kompetisi virtual ini. Hal itu, membuat Valda Alfariby terus menjaga harapannya guna bisa bersaing dengan peserta lainnya. Siswa kelas XII SMA Sejahtera 1 Depok itu cukup percaya diri dengan persiapan yang ia lakukan selama ini.

Valda menargetkan diri untuk bisa jadi DBL Play Elites Players. Jika ia mampu menembus top 10 putra, baginya hal tersebut merupakan pencapaian yang luar biasa. “Karena aku pengin merasakan persaingan antar pemain basket di seluruh Indonesia kayak di DBL Camp,” ungkapnya.

Pemain dengan postur 170 sentimeter itu sangat menanti momen tim sekolahnya bisa berpartisipasi di Honda DBL. Padahal, ia berharap di tahun ini ia bisa membeal SMA Sejahtera 1 berlaga di Honda DBL.

"Aku udah mengikuti informasi seputar DBL sejak SMP. Aku sangat berharap masih bisa main di awal tahun depan,” paparnya.

Tak ingin larut dalam kekecewaan, Valda langsung gercep mendaftarkan diri di DBL Play Skills Competition. Buatnya, ajang ini bisa jadi pemanasan sembari menunggu kabar baik perhelatan Honda DBL di Januari 2021 mendatang.

"Aku melihat kompetisi skill individu ini dibuat oleh DBL Indonesia. Jadi, aku tertarik untuk ikut, agar skill individuku semakin berkembang lebih baik,” tandasnya.

Selain persiapan yang dilakukannya selama hampir setiap hari, Valda merupakan pemain yang penuh ambisi. Hal itu dibuktikan dari keinginannya untu berlaga di Honda DBL. Sampai ia menulisnya di sebuah kertas yang ditempel di dindinga kamarnya.

“Juara Honda DBL, DBL first team, MVP Honda DBL, dan DBL All Star merupakan impianku,” cetusnya.

Karena itu ia bersungguh-sungguh untuk juga bisa menjadi yang terbaik di DBL Play Skills Competition. “Nggak ada tantangan yang sulit buatku. Kalau belum aku coba, aku tidak akan tahu sulit atau tidaknya tantangan tersebut,” imbuhnya.

Pemain yang mengidolakan Marcel Bonfi itu punya motivasi besar agar bisa melibas semua tantangan nantinya. “Aku ingin membanggakan orang tua. Aku juga terpacu dengan Marcel, kalau bermain basket itu menggunakan hati bukan menggunakan tinggi dan besarnya badan,” ungkapnya. (*)

 

  RELATED ARTICLES
Comments (0)