Persaingan voting DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026 kian memanas! Hal itu terlihat dari perolehan suara para kandidat yang terus saling mengejar satu sama lain.
Memasuki hari kelima voting pada Jumat, 6 Maret 2025, ada beberapa nama baru yang mulai menduduki posisi lima besar.
Dari kategori putra, Wilbet Naharto berhasil melesat ke posisi keempat dengan perolehan 2.900 votes. Padahal, di update klasemen sebelumnya, nama Wilbet tak terlihat di radar persaingan 10 besar.
Sementara itu, puncak klasemen masih konsisten dikuasai oleh Muhammad Bintang Novriansyah dengan 4.194 votes. Kemudian, disusul oleh James Lauw dengan torehan 3.191 votes.
.jpg)
Baca Juga: Update Klasemen DBL Play Road to Kopi Good Day DBL Camp 2026, 4 Maret 2026
Beralih ke sektor putri, Princess Chevy akhirnya berhasil menembus posisi kelima dengan raihan 2.068 votes setelah bertahan dalam jajaran 10 besar.
Tak jauh berbeda dengan sebelumnya, posisi pertama masih dihuni Praisey Blessed dengan 3.722 votes.
Ia masih melakoni persaingan ketat dengan Kavindra Mahaputri Andira Usadha di posisi kedua. Bahkan, torehan vote yang dimilikinya hanya terpaut satu suara dengan 3.721 votes.
.jpg)
Baca Juga: DBL Play Road to DBL Camp Jadi Ajang Pembuktian Kavindra Mahaputri
Perlu diketahui, perolehan vote di atas berdasarkan update klasemen pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 15.00 WIB. Seluruh hasil tersebut masih bisa berubah, mengingat sesi voting masih terus berlangsung.
DBL Play Road to DBL Camp merupakan program tambahan yang membuka kesempatan lebih luas bagi pelajar, terutama dari kota-kota di luar jangkauan penyelenggaraan DBL, untuk mendapatkan exposure dan pengalaman mengikuti camp.
Voting dalam program DBL Play Road to DBL Camp merupakan mekanisme partisipasi publik yang terintegrasi dengan platform digital DBL Play. Namun demikian, peserta tetap harus melalui proses verifikasi serta memenuhi seluruh persyaratan administratif dan akademik yang berlaku dalam ekosistem DBL.
Para peserta juga harus memenuhi sejumlah persyaratan yang sama dengan pemain DBL lainnya. Di antaranya tidak pernah tidak naik kelas, memenuhi standar usia serta nilai rapor untuk mata pelajaran utama. Selain itu, bagi peserta yang juga bermain di kompetisi DBL, mereka tidak pernah mendapatkan Disqualifying Foul. Dengan demikian, konsep student-athlete tetap menjadi prinsip utama dalam program ini, sebagaimana yang selama ini diterapkan dalam seluruh ekosistem DBL.
Saat mendaftar, para peserta juga mencantumkan rekam jejak dan prestasi mereka di dunia basket. Sehingga publik dapat melihat latar belakang serta kompetensi masing-masing pemain sebelum memberikan dukungan.
Baca Juga: Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa